Setting Java Path on Window 8

Yoo... lama gak jumpa dengan blog tercinta..
cuma mau bikin catetan aja, kemarin gw nge-bego bego in temen gara-gara lupa ngoding java. ternyata yang lebih bego gw,  lupa cara setting path di java wkwkwkwkwkwk...
okeh cukup menertawakan diri sendirinya, jadi sekarang ceritanya gw gak mau jatuh di lubang yang sama, gw mau bikin catetan cara setting path di java. by the way, my post now is especially for Windows 8.

oke, first that you have to do.. sorry kebawa..
oke, pertama yang harus kamu lakukan adalah masuk ke properties di computer / my computer..
ini dia screenshotnya biar greget *lhoo.. biar ngerti maksudnya.. hehe




udah kan? kalo udah pasti di screen laptop kamu muncul window baru untuk System.
look like this.



nah abis itu coba klik Advance System Settings di window yang baru itu, ada kan? kalo di klik, nanti dia akan muncul window baru lagi untuk System Properties.. kurang lebih *halah* bentuknya kayak gini.



klik Environment Variables.. ada tuh di paling bawah kalo gak salah, di atasnya button "Ok".. kalo udah di klik nanti dia akan muncul window baru lagi. langsung klik aja "New" di box atas, yang judulnya User variables for bla bla bla.. kalo di punya saya User Variables for Risan.



kalo udah, coba tulis di variable name nya Path, lalu di variable value nya itu path direktori bin java kamu. biasanya sih C:\Program Files\Java\jdk.versinya.\bin...
tapi kalo kamu gak mau repot ngetik atau kamu masukin di drive lain selain C:, kamu bisa masuk aja ke direktori bin nya dari windows explorer/file explorer, nah di bagian path di atas/address bar di atas kamu klik aja. trus copas paste di variable value nya.. selesai deh, oke.



sekarang kamu bisa tes program java kamu..
public class Hello{
public static void main(String [] args){
System.out.println("Hello World!");
}
}

compile dan Voila!

Happy Coding!
Arigatou Gozaimasu....
Minggu, 26 Mei 2013
Posted by San

Manusia dan Cinta Kasih

Cinta dan Kasih adalah dua buah luapan emosi yang (kalau menurut saya) definisinya tidak akan ada yang pernah tepat. Bukan berarti maksud saya tidak ada yang benar. Justru karena setiap orang mendefinisikannya sesuai dengan kisah hidupnya, sehingga definisi mereka tepat untuk diterapkan dalam kehidupan mereka, tapi belum tentu tepat dalam pola pikir dan kehidupan orang lain.
Dalam era modern ini, tidak jarang orang yang berpikiran bahwa definisi Cinta itu sesederhana nafsu secara syahwat, seks, atau mungkin sebuah daya sensualitas. Sama hal-nya dengan definisi Kasih. Sesederhana arti “Memberi”. Bukan menjadi suatu kata yang spesial. Bukan menjadi suatu kata yang mendebarkan hati mereka.




Untuk definisi Cinta, saya akan coba mengutip dari kamus umum Bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta. Menurut beliau, Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang atau rasa sangat tertarik hatinya. Sedangkan Kasih adalah perasaan saying atau belas kasih kepada seseorang atau sesuatu. Sehingga definisi Cinta dan Kasih dalam hal ini sangat beda tipis. Namun, kasih seolah memperkuat rasa Cinta.
Tapi menurut saya, Cinta dan Kasih adalah dua hal yang berbeda namun satu tujuan. Tujuannya adalah bersamanya. Dalam arti kata, bersamanya dengan sesuatu yang dia cintai. Perasaan ingin berbagi. Perasaan saling nyaman. Perasaan bahagia jika kita bersamanya, dan kita juga berusaha membuatnya bahagia.
Kasih tanpa Cinta saya ibaratkan seperti perahu di sebuah Telaga. Tidak akan pergi jika kita tidak mendayungnya. Tanpa arah dan tujuan. Meskipun berada di dalam hamparan hutan dan gunung yang indah, namun dia terjebak. Disebut perahu hanya karena dia mampu mengambang di atas air. Disebut kasih/mengasihi hanya karena dia mencoba berbagi materi, tanpa emosi.
Cinta tanpa Kasih ibarat perahu di sebuah sungai. Ada arah yang menjadi alas an untuk kita mendayung. Jika arusnya cukup, kita tidak perlu mendayung. Namun terkadang kita menemui arus yang kuat dan cukup berbahaya, sehingga kita harus bertahan, mencoba bekerja sama dengan rekan satu perahu kita. Mungkin saja, kita akan kehilangan rekan ketika kita berhasil mencapai arus tersebut. Meskipun memiliki arah dan arus, pemandangan sepanjang sungai terkesan statis. Mungkin hanya hamparan rumput, atau pohon yang menjadi tembok penghalang kita untuk melihat ke daratan. Tak jarang kita merasa tersesat ataupun bosan dan memutuskan untuk berhenti. Sama hal-nya dengan Cinta. Jika yang kita lakukan hanyalah mengikuti luapan perasaan cinta kita, sama saja seperti perahu yang berjalan mengikuti arus. Kita akan merasa cepat bosan dan akhirnya berhenti di tengah perjalanan. Jika kita mencoba mengeluarkan semuanya tanpa tahu caranya, kita sama saja seperti mendayung perahu sepanjang sungai. Hanya akan membuat kita lelah, Karena sungainya terlalu panjang. Jika kita memendamnya, kita sama saja seperti bertarung dengan arus yang deras, yang jeram, tanpa dayung. Kita akan hanyut, perahu kita akan hancur, dan kita akan kehilangan rekan, atau mungkin diri kita sendiri.
Namun, Cinta dengan Kasih….. Ibarat sebuah kapal di lautan.Memang, laut begitu luas. Tapi kita tidak perlu takut. Karena kita Bersamanya. Pandangan kita tidak terbatas. Kita dapat memilih dan menentukan kemana kita pergi. Apakah kita akan menggunakan baling-baling untuk pergi sesuka hati kita, mengikuti arah angina, ataukah mengikut arus air laut. Setiap pagi kita melihat matahari terbit yang mempesona, setiap sore kita melihat matahari terbenam yang memukau. Meskipun terkadang kita tersesat ataupun diterjang badai.
Jika kita mencintai, kita akan mengasihi. Karena alasan kita mengasihi adalah karena kita Cinta. Banyak wujud dan simbol dari Cinta Kasih yang ada dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Misalnya, di Negara barat setiap tanggal 28 November adalah hari Thanksgiving, suatu hari dimana kita memberikan hadiah kepada seseorang siapapun itu sebagai wujud kedekatan dan keakraban mereka dengan seseorang yang mereka cintai. Pada hari itu seolah semua orang berkata “Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku”. Begitu juga pada tanggal 14 Februari sebagai hari valentine, dimana semua pasangan memberikan coklat kepada yang di cintainya.
Masih banyak lagi, seperti, seorang pria yang rela berkorban demi wanita yang di cintainya, Mahar/Mas kawin yang diberikan di pelaminan saat hendak mengikat janji setia, Bulan Madu, Ibu yang menyusui ayahnya, Ayah yang mencari nafkah, dan sebagainya.
Cinta dan Kasih, harus di pelihara, karena Cinta dan Kasih adalah Anugerah dari Allah SWT. Kita dapat menjaganya dengan kemesraan, keintiman, dan ketertarikan satu sama lain.



CInta dan Kasih tidak perlu di ucap dari mulut, meskipun jika terucap, mungkin akan lebih indah. Namun terkadang ada batas yang harus di perhatikan. Batas ini bisa dari norma susila, maupun Agama. Seperti dimisalkan dalam Islam. seorang akhwat dan ikhwan tidak boleh berpacaran. Namun jika memang sudah saling cinta, mereka tidak perlu menyatakannya. Hanya bahasa tubuh yang berbicara. Misalnya sang akhwat yang mencoba perhatian dengan ikhwannya, maupun sang ikhwan yang berusaha mencari nafkah untuk menghalalkan hubungannya dengan pujaan hati.

Buku MKDU : ILMU BUDAYA DASAR karangan Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma
Jumat, 24 Mei 2013
Posted by San

Segelas AIr

Ketika sedang memberikan kuliah Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat sebuah gelas penuh air, dan bertanya kepada Mahasiswanya, "Berapa berat dari gelas ini menurut kalian?". Para mahasiswa menjawab mulai dari 200 gram sampai 500 gram.

"Ini bukan masalah berat dari gelasnya, tapi lebih mengacu pada berapa lama kalian mengangkatnya." kata Covey. "Jika saya mengangkat gelas ini selama 1 menit, tidak ada masalah, jika satu jam, lengan kanan ku akan mulai terasa sakit, jika satu hari penuh, mungkin kalian harus memanggilkan ambulan untuk ku."

"Beratnya tetap, namun semakin lama saya mengangkatnya, maka akan terasa semakin berat. jika kita membawa beban kita setiap waktu, cepat atau lambat, kita tidak akan sanggup lagi untuk menyelesaikannya. Bebannya akan semakin berat." lanjut Covey. "Yang harus kita lakukan adalah menaruh gelas tersebut, istirahat untuk beberapa waktu, lalu mengangkatnya kembali."

kita harus meninggalkan masalah kita untuk sementara waktu, sehingga kita dapat menyegarkan diri kita kembali dan dapat menanggung masalah itu kembali. Apapun beban yang ada dipundak mu sekarang, cobalah untuk tinggalkan sementara waktu jika kalian bisa, lalu angkat kembali setelah istirahat.





kerja keras itu emang penting teman-teman.. tapi, kalau pekerjaan tersebut semakin lama semakin berat, dan tenaga kita semakin berkurang, gak ada salahnya kita tinggalkan sejenak lalu kita angkat lagi ketika kita sanggup. ^_^

Istirahat sama pentingnya dengan kerja keras, karena istirahat yang membuat kita sehat, bukan kerja keras..

Semangat ^^
Ganbatte Minna-San!!
Kamis, 16 Mei 2013
Posted by San

The Protector

Hasil Tes Psikologi...
masukin blog biar inget....

The Protector

INFJ sangat teliti dan memegang nilai-nilai. Mereka mencari makna dalam hubungan, ide, dan peristiwa, dengan mampu memahami dirinya dan orang lain. Mereka mampu menggunakan keterampilan intuitif mereka, mereka mengembangkan visi yang jelas dan percaya diri, bertujuan untuk memperbaiki kehidupan orang lain. INFJ menganggap masalah sebagai kesempatan untuk merancang dan menerapkan solusi kreatif.
INFJ yang tenang, individu pribadi yang lebih memilih untuk mempunyai pengaruh di belakang layar. Meskipun sangat independen, INFJ yang sangat tertarik pada kesejahteraan orang lain. INFJ lebih memilih hubungan satu-satu dalam kelompok besar. Sensitif dan kompleks, mereka mahir dalam memahami isu-isu rumit dan didorong untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara kooperatif dan kreatif.
INFJ memiliki kehidupan, kaya batin yang hidup, yang mereka mungkin enggan untuk berbagi dengan orang di sekitar mereka. Meskipun demikian, mereka menyenangkan dalam interaksi, dan perseptif emosi orang lain. Umumnya sangat disukai oleh rekan-rekan mereka, mereka sering dapat dianggap teman dekat dan orang kepercayaan. Namun, mereka menjaga mengekspresikan perasaan mereka sendiri. INFJ cenderung mudah sakit, meskipun mereka tidak mungkin mengungkapkan ini kecuali untuk sahabat terdekat mereka.
INFJ cenderung sensitif, pemimpin yang tenang dengan kedalaman kepribadian. Mereka adalah rumit dan sangat misterius, dan sangat kompleks, kadang-kadang membingungkan, bahkan untuk diri mereka sendiri. Mereka memiliki pandangan yang teratur terhadap dunia. Abstrak dalam berkomunikasi, mereka hidup di dunia makna tersembunyi dan kemungkinan. Dengan hubungan alamiah untuk seni, INFJ cenderung kreatif dan mudah terinspirasi. Namun mereka juga dapat melakukannya dengan baik dalam ilmu, dibantu oleh intuisi mereka.
Ringkasan: Mencari arti dan keterkaitan dalam ide, hubungan dan harta benda. Ingin memahami apa yang memotivasi orang dan wawasan tentang orang lain. Berkomitmen terhadap nilai-nilai perusahaan mereka. Mengembangkan visi yang jelas tentang cara terbaik untuk melayani kepentingan umum. Terorganisir dan tegas dalam melaksanakan visi mereka.
Kata kunci: Imajinasi, tujuan, kreativitas, terorganisir, mengembangkan orang lain.
Karir pekerjaan: Penasihat, psikiater, psikolog, agama, guru, pelatih, pemasaran, artis.




Rabu, 24 April 2013
Posted by San

Ilmu Budaya Dasar

IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin "Humnus" yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari “The Humanities” diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the “The Humanities” berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai Homo Humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. 

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4. menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan
Selasa, 16 April 2013
Posted by San

Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

ReeCoder. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Gunadarma Headline News

Me on Google+

- Copyright © Ree San -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -